Kami masih menangis …

Calon isteri Angky

PELANGI KASIH

“Jalan hidup, tak selalu tanpa kabut yang gelap Namun, kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat Pada waktu yang tepat, Mungkin langit tak terlihat oleh awan yang tebal Diatasnyalah membusur pelangi kasih yang kekal Habis hujan, tampak pelangi bagai janji yang teguh Di balik duka, menanti pelangi kasih Tuhan-ku”

Kami masih menangis saat menyanyikan syair di atas di depan peti jenaza untuk melepas kepergian-mu Angky. Tak kuasa kami menahan sedu sedan yang begitu pilu menyayat hati.
Hingga detik ini kami masih tidak menyadari bahwa kau telah pergi. Hanya iman kami jualah yang menguatkan kami untuk menerima kenyataan ini.
Segala penghargaan tertinggi dan kasih sayang yang tulus kami hantarkan kepadamu melalui nyanyian kami.

Sekali lagi …..
Selamat jalan sobat!
Engkau sudah bahagia bersama Bapa di Sorga!

Cat:
Foto adalah calon isteri Angky
Angky dimakamkan hari ini, Rabu 16 Agustus 2006, di kampung halamannya di Desa Lansot, Minahasa Selatan. Hari yang direncanakan sebagai hari pernikahan ternyata menjadi hari pemakamannya.

Tinggalkan Balasan