Hari ini, kita bahoba lagi pa torang pe rumah ini. Baca-baca postingan dan komentar. Pada postingan sebelumnya, di sana terpajang fotonya Vany, Sisi, dan Ade. Dan kemudian, Nuke ada tanya kalo Vanny ada di Manado atau so di Manado??
Kita jadi teringat dengan kita pe perjumpaan dengan torang pe Tamang ini beberapa waktu yang lalu. Pertemuan yang tak terduga.
Pada awalnya, kita dapa utus dari kantor untuk mendampingi SULUT BOSAMI NETWORK yang mau ekspedisi ke Tangkoko. Tugasnya kita adalah untuk membantu memperkenalkan torang pe kekayaan alam khususnya satwa. Kita ajak Big mo sama-sama ka sana, hanya saja dia harus menyelesaikan depe tugas di kantor. Maka berangkatlah kita pada hari yang sudah disepakati.
Setibanya di Desa Batuputih (salah satu pintu masuk ke Cagar Alam Tangkoko), di sana sudah ada satu mobil kijang yang sepertinya sedang menunggu rombongan lainnya yang belum datang. Beberapa orang yang mengenakan t’shirt seragam berdiri di salah satu pekarangan homestay yang ada. Dan ternyata di antara mereka itu ada tong pe tamang Vany Lasut. Dari kita pe penglihatan tampaknya Vany yang paling muda diantara mereka.
Kita turun dari oto dan menyapa pa dorang sekalian berkenalan. Torang pun sama-sama masuk ke dalam Kawasan Camping Ground di Hutan Wisata Batuputih.
Kegiatan yang torang ikuti mencakup: menangkap dan mengidentifikasi kelelawar, night spotting ndak jadi lantaran hujan, diskusi, trekking ke tempat tidurnya Tarsius, mengamati si Yaki, bersih pantai, dan tentunya makan-makan no…
Nah kebetulan, selama kegiatan berlangsug kita sempat mengabadikan tampangnya Vany, tong pe tamang yang baru saja menyelesaikan pendidikan S3-nya di Prancis. So skarang Vany so boleh mo tambah tu gelar di muka depe nama Dr. Vany Lasut ato bagaimana Van? pake Dr ato PhD? Ah.. kalo soal gelar tanya jo pa Vany.
Di tempat tidur Tarsius
Mencoba mengabadikan si Tarsius
Berpose bersama Ketua SULUT BOSAMI NETWORK
Mejeng dulu ahhh…!
















